Friday, October 7, 2022

Warga RW-12 Madyopuro Gelar Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

 

Ketua RW-12 Madyopuro H Anthony Setiawan (tiga dari kiri) memberikan sambutan dalam rangka Doa Bersama WargaRW 12 untuk para korban tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, diMasji Al Amin Sawojajar, Kamis (6/10/2012) malam. 

KOTA MALANG – Warga RW-12 Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, menggelar doa bersama untuk para korban tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Kamis (6/10/2012) malam.

Doa bersama untuk para korban meninggal dunia ini dipimpin oleh Ketua RW-12 Madyopuro H Anthony Setiawan. Acara berlangsung di Masjid Al Amin Sawojajar Malang, Jalan Danau Sentani Utara Blok H3 Kelurahan Madyopuro.

Dalam sambutannya, Ketua RW-12 Madyopuro mendoakan korban dan keluarga korban serta berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi.

“Kami bersama warga RW-12 Kelurahan Madyopuro mulai dari RT-01 hingga RT-06 melakukan doa bersama kepada para korban tragedi Kanjuruhan,” kata pria yang akrab disapa Pak Inot ini.   

Ia mengatakan, doa bersama untuk para korban tragedi Kanjuruhan itu dilakukan sebagai bentuk rasa empati terhadap mereka yang menjadi korban dalam tragedi kemanusiaan tersebut.

“Ini sebagai bentuk rasa empati kami, warga RW-12 Kelurahan Madyopuro, kepada para korban,” kata Pak RW, sapaan akrabnya juga.

Ia pun berharap, keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan ketabahan dan tragedi memilukan itu tidak terjadi lagi.

Pak RW menjelaskan, sebelum doa bersama digelar, dilakukan terlebih dulu membaca Surat Yasin dan dilanjutkan tahlil.  


“Bacaan surat Yasin dipimpin oleh Bapak Azis Subhan sedangkan tahlil dipimpin oleh Bapak Budi Priyono,” terangnya.

Pak RW menambahkan, sedianya giat doa bersama tersebut akan dilakukan di Lapangan Bulutangkis, RW 04/RW12.  “Berhubung  kondisi cuacanya tidak memungkinkan karena hujan deras, maka kegiatan doa bersama dialihkan ke Masjid Al Amin,” kata Pak RW.

Diberitakan sebelumnya, kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, seusai laga derbi antara Arema FC vs Persebaya pada Sabtu (1/10/2022).

Sebanyak 132 korban tewas dalam kejadian itu. Dugaan sementara, korban meninggal dunia setelah terinjak-injak suporter lain serta sesak napas akibat gas air mata yang ditembakkan petugas. (hen)


******

Foto-foto lain kegiatan Doa Bersama RW 12:






Monday, July 11, 2022

PMK Merebak, Masjid Al Amin Tiadakan Penyembelihan Hewan Kurban

 

Ustadz H Zaenal Anwar SPd SSy MH dari Malang bertindak sebagai khatib sekaligus imam shalat Idul Adha 1443 H di Masjid Al Amin, Ahad (19/7/2022). 

KOTA MALANG - Masjid Al Amin memilih meniadakan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 2022. Alasannya, mengantisipasi merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Perayaan Idul Adha di Masjid Al Amin kali ini sangat berbeda karena merebaknya wabah PMK (penyakit mulut dan kuku). Dengan terpaksa kami tidak bisa menerima maupun  membagikan hewan kurban dari warga RW 12 Kelurahan Madyopuro khususnya para jamaah Masjid Al Amin yang rata-rata kami menerima 15 ekor sapi dan 14-15 ekor kambing,” ungkap Ketua Takmir Masjid Al Amin Drs Mulyani Surendra MS seusai pelaksanaan shalat Idul Adha di Masjid Al Amin, Ahad (19/7/2022).

Ketua Takmir Masjid Al Amin sekaligus Ketua Panitia Perayaan Idhul Adha 1443 H ni menambahkan, ketakmiran tidak ingin terjadi kerumitan dalam manajemen pengelolaan penyembelihan hewan kurban pada tahun ini.

“Jika kami ingin tetap melaksanakan sendiri penyembelihan hewan kurban, ketakmiran di antaranya harus melengkapi atau menyiapkan sertifikat sehat bagi hewan kurban dan didampingi dokter hewan.Karena itu, kami memilih tidak melakukan penyembelihan,” papar pria yang akrab disapa Cak Loem ini. 

Cak Loem menyebutkan, keputusan takmir Masjid Al Amin yang terletak di Blok H3 RW 12 Perumahan Sawojajar l Kota Malang ini, tertuang dalam surat edaran resmi yang dikirimkan melalui grup WhatsApp warga RW 12 maupun jamaah Masjid Al Amin.

Dalam surat tersebut, takmir Masjid telah melakukan rapat koordinasi dengan anggota, baik diskusi panjang melalui rapat-rapat resmi yang digelar maupun lewat percakapan di grup WhatsApp (GWA).

“Kami mewakili ketakmiran dan panitia Idul Adha meminta maaf kepada para jamaah atau warga RW 12 yang sering atau selalu berkorban melalui Masjid Al AMin. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa normal kondisinya seperti semula,” terang mantan dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (UM) ini.

Tanpa mengurangi kemeriahan perayaan Idul Adha, ketakmiran bersama panitia Idul Adha  Masjid Al Amin hanya menggelar kegiatan dua macam, yakni takbir keliling dan shalat Idul Adha.

Terkait pelaksanaan Idul Adha yang tahun ini ada perbedaan antara Muhammadiyah dengan pemerintah, Cak Loem menegaskan tetap menghormati perbedaan tersebut.

“Tidak ada istilahnya saling olok-olok atau saling mengharamkan. Kami sudah bertekad bahwa perbedaan (shalat Idul Adha) itu justru memperindah pelangi kehidupan umat, terutama di warga kita (RW12). Artinya tidak ada masalah sama sekali, justru  perbedaan ini menambah persatuan,” pungkas Cak Loem. 

Sementara itu, pada pelaksanaan shalat Idul Adha kali ini yang bertindak sebagai imam dan khatib adalah ustadz H Zaenal Anwar SPd SSy MH dari Malang. Tema khutbah yang disampaikan berjudul Simbol Mendekatkan Diri  Kepada Allah. (hen)


*****

Foto-foto lain kegiatan Idul Adha di Masjid Al Amin bisa dilihat di bawah ini:

.








Monday, June 20, 2022

Yayasan Al Amin Salurkan Bantuan ke Ponpes dan Panti Asuhan Al-Mustaqim Lawang

Pengurus Yayasan Al Amin Sawojajar Malang beserta ketakmiran dan jamaah Masjid Al Amin menggelar bakti sosial di Ponpes dan Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Mustaqim di Jl Ketindan, Kecamatan Lawang, Malang, Ahad (19/6/2022). 

 

KOTA MALANG – Kegiatan bakti sosial (baksos) Yayasan Al Amin Sawojajar Malang kembali digelar dengan mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) dan Panti Asuhan (PA) Yatim Piatu Al-Mustaqim di Jl Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Ahad (19/6/2022).

Giat sosial yang dipimpin langsung Ketua Yayasan Al Amin Sawojajar Malang H Ir Tri Agus Djoko Kuntjoro MT ini menyalurkan bantuan berupa uang dan barang kebutuhan pokok yang berasal dari saldo yayasan dan jamaah Masjid Al Amin.

Kegiatan baksos yang digelar rutin setiap tiga bulan sekali merupakan yang ke-13. Dalam baksos kali ini diikuti sebanyak 25 orang yang terdiri dari pengurus Yayasan Al Amin Sawojajar Malang dan jamaah Masjid Al-Amin.  

Tri Agus mengatakan, donasi yang terkumpul berupa uang dari Yayasan Al Amin senilai Rp 1,5 juta dan Rp 4 juta dari jamaah Masjid Al Amin. Selain itu, bantuan yang disalurkan dari jamaah Masjid Al Amin untuk Ponpes Al-Mustaqim berupa kebutuhan pokok, di antaranya beras 175 kilogram (kg), bahan pokok lainnya, dan pakaian layak pakai.

“Kami atas nama Yayasan Al Amin Sawojajar Malang dan jamaah Masjid Al-Amin menyerahkan bantuan ini kepada Ponpes Al-Mustaqim . Hanya sedikit sumbangsih yang bisa kami berikan berupa uang Rp 1,5 juta dari Yayasan Al Amin dan Rp 4 juta dari jamaah Masjid Al Amin. Selain itu ada sumbangan dari jamaah berupa beras 175 kg, kebutuhan pokok lainnya, dan pakaian layak pakai,” papar Tri Agus dalam sambutannya di Ponpes Al-Mustaqim.

Dalam kesempatan tersebut, Tri Agus menyerahkan bantuan uang tunai dari Yayasan Al Amin kepada perwakilan Ponpes Al-Mustaqim. Sedangkan bantuan uang tunai dari jamaah Masjid Al Amin diserahkan oleh Ketua Takmir Masjid Al-Amin Drs Mulyani Surendra MS.  Barang kebutuhan pokok diserahkan oleh Ketua RW 12 Kelurahan Madyopuro Anthony Setiawan.

Sementara itu, kedatangan pengurus Yayasan Al Amin Sawojajar Malang beserta jamaah Masjid Al Amin di Ponpes Al-Mustaqim disambut dengan hangat oleh pimpinan Ponpes Ibu Nyai Hj. Rohani beserta pengurus dan pengasuh serta para anak-anak asuh.

Raut wajah dan senyum anak-anak asuh sangat bahagia dan ceria atas kehadiran rombongan Yayasan Al Amin Sawojajar Malang. Mereka menganggap yang datang ini adalah orang tuanya, karena selama ini mereka tidak pernah dikunjungi oleh orang tuanya.

Dalam pertemuan tersebut ustadz Muhammad Aziz sebagai pengurus Ponpes Al-Mustaqim menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa syukur atas kunjungan Yayasan Al Amin Sawojajar Malang dan rombongan untuk bersilaturahmi di pondok pesantren ini.

“Semoga kehadiran silaturahmi ini menjadikan kedekatan kami Ponpes dengan Yayasan Al Amin Sawojajar Malang,” tutur Gus Aziz, sapaan akrab Muhammad Aziz.

Ia menambahkan, pihaknya mengucapakan terima kasih atas sumbangan atau sedekah dari Yayasan Al Amin Sawojajar Malang untuk Ponpes Al-Mustaqim. Sedekah berupa uang tunai dan bahan kebutuhan pokok tersebut dipastikan sangat bermanfaat, khususnya untuk para anak asuh di Ponpes Al-Mustaqim.

Gus Aziz mengungkapkan, Ponpes Al-Mustaqim  saat ini menangani sebanyak 200 anak asuh. Anak-anak asuh ini ada yang dititipkan sejak bayi hingga menikah. Selain itu, ada anak yang berkebutuhan khusus yang dititipkan sejak usia 2 tahun karena ayahnya meninggal dunia.

Dari 200 anak asuh ini, Gus Aziz mengatakan, semua kebutuhannya free atau ditanggung sepenuhnya oleh Ponpes Al-Mustaqim, mulai dari biaya hidup, biaya pendidikan, dan biaya apapun selama berada Ponpes.

“Untuk memenuhi kebutuhan makan anak-anak asuh ini, kami mengeluarkan beras 60 kilogram setiap hari. Tapi alhamdulillah dengan izin Allah SWT sampai saat ini kami bisa memberikan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan mereka. Termasuk sedekah dari Yayasan Al Amin ini semoga dibalas Allah dengan lebih baik,” papar dia.

Untuk mendukung operasionalnya sehari-hari, Gus Aziz mengatakan, Ponpes Al-Mustaqim memiliki unit usaha peternakan burung puyuh. “Kami memiliki ternak burung sebanyak 25 ribu ekor yang semuanya dikelola santri kami,” ujarnya.

Ia menambahkan, tanggung jawab Ponpes Al-Mustaqim tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga keterampilan sebagai bekal usaha santri jika kelak memutuskan berada di luar lingkungan Ponpes. (hen)

***

Foto-foto lain kegiatan baksos Yayasan Al Amin Sawojajar Malang di Ponpes dan PA Yatim Piatu Al-Mustaqim: 













Informasi Terbaru