Wednesday, June 3, 2020

Ramadhan Istimewa di Tengah Ujian Pandemi Corona



Oleh: Ustadz Pa’is Sulaiman, M.Pd

                                                                   

Jama’ah ‘idul fitri rahimakumullah

Ramadhan kita kali ini adalah Ramadhan yang istimewa. Ramadhan di tengah ujian pandemi Corona. Pandemi Corona adalah skenario Allah Ta’ala. Agar kita sadar bahwa manusia lemah dan tak berdaya. Ekonomi, teknologi dan militer yang katanya digdaya, ternyata rontok tak berdaya. Semua lumpuh karena Corona, makhluk kecil tak kasat mata. Benarlah firman Allah ta’ala: Khuliqal insanu dha’ifa.

Corona adalah skenario Allah Ta’ala, agar kita sadar bahwa kita penuh dosa, sebelum sholat berjamaah di masjid ‘dilarang’ kita jarang mendatanginya, sebelum berkumpul di majlis ilmu dilarang kita malas menghadirinya. Dan mungkin masih banyak lagi dosa lainnya, mari kita renungkan bersama, renungkan 3 dengan hati yang terbuka, dan saat ini adalah waktu terbaik bagi kita, bersimpuh dan bertaubat mengakui segala dosa, mengakui bahwa semua ini terjadi tak lain karena maksiat dan dosa kita.


“Telah nampak kerusakan di daratan dan lautan karena maksiat yang dilakukan manusia, agar Allah rasakan pada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar” (QS. ar-Rum: 41)

Abbas bin Abdul Muthalib ra., paman Nabi SAW pernah berkata:


Tidak diturunkan bala musibah kecuali karena dosa, dan tidak diangkat bala musibah kecuali dengan taubat” (Tarikh Dimasyqa)

Saudaraku yang dimuliakan Allah,

Pandemi Corona adalah skenario Allah Ta’ala. Untuk meninggikan derajat kita. Bukankah jika Allah ingin meninggikan maqam seorang hamba, sedang amal ibadahnya tak dapat mendongkraknya, maka Allah akan timpakan ujian padanya?

Nabi SAW bersabda:

Sesungguhnya seorang hamba, jika Allah tetapkan baginya kedudukan di surga, sementara amalnya tak cukup untuk menyampaikannya, maka Allah akan uji dia pada badannya, hartanya atau anaknya” (HR. Abu Dawud dan Ahmad).

Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan istimewa. Agar apa? Agar kemenangan yang kita raih juga istimewa, lebih indah dari biasanya. Bukankah generasi terbaik dari umat ini diuji dengan peperangan di bulan Ramadhan? Dan mereka meraih kemengan yang gilang gemilang.

Di perang Badar al Kubro, pembebasan kota Makkah, Pembebasan Andalusia, hingga

melumpuhkan pasukan Tartar dalam perang ‘Ain Jalut. Semua terjadi di Bulan Ramadhan nan mulia. Apa rahasianya, hingga mereka meraih kemenangan yang paripurna? Padahal fisik mereka lemah dan senjatanya terbatas.

Jawabnya karena puasa menjadikan mereka semakin dekat dengan Allah. Mereka makin bersabar. Bukankah orang yang bersabar dibersamai Allah. Innallaha ma’a ash shobirin. Lalu mereka menjadi pasukan berani mati, mereka ‘memburu’ kematian sebagaimana orang kafir lari darinya. Inilah rahasia kemenangan mereka.

Maka jika kita ingin kemenangan kita istimewa, tingkatkanlah kesabaran. Bersabar atas musibah, bersabar menjalankan perintah, dan bersabar meninggalkan larangan Allah. Maka Allah juga akan membersamai dan menolong kita.

Selanjutnya, in syaa Allah kita akan terlahir kembali menjadi generasi dan peradaban mulia, sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Baginda Nabi SAW, di akhir zaman umat Islam akan kembali berjaya, memimpin dunia, menebar rahmat bagi semesta.

Akhirnya, marilah kita akhiri ibadah sholat Id kita ini dengan berdo’a, memohon kepada Allah untuk kebaikan kita, keluarga kita, saudara kita, tetangga kita, dan seluruh kaum muslimin.



*Keterangan: Materi Khutbah Idul Fitri 1441 H oleh Ustadz Pa’is Sulaiman, M.Pd  ini disampaikan di Masjid Al-Amin pada Minggu, 24 Mei 2020.


0 comments:

Post a Comment