Monday, August 9, 2021

Kajian Ahad Pagi Kembali Rutin Digelar pada Pekan Kedua Setiap Bulan

 

Ustadz Hasyim Ashari SPdI dari Singosari memberikan pemaparan dalam kajian Ahad Pagi di Masjid Al-Amin, Minggu (8/8/2021). (Foto-foto: hen)

 KOTA MALANG – Kajian Ahad Pagi yang digelar Masjid Al-Amin pada pekan kedua setiap bulan kembali bisa diikuti oleh jamaah, Ahad (8/8/2021). Kajian ini sempat dilaksanakan tidak kontinyu karena kondisi masjid sedang direnovasi total sejak Agustus 2020 hingga sekarang.

Dalam masa renovasi, kajian Ahad Pagi sempat digelar pada 10 April 2021 di masjid yang beralamat di Jalan Danau Sentani Utara Blok H3 RW 12, Perumahan Sawojajar I, Kota Malang, ini.  Namun, saat itu pelaksanaannya bukan hari Ahad tetapi Sabtu. Kajian Sabtu Pagi tersebut digelar guna menandai digunakannya kembali Masjid Al-Amin untuk kegiatan ibadah pasca 9 bulan pelaksanaan renovasi.

“Alhamdulillah, hari ini (8/8/2021) kajian Ahad Pagi kembali bisa dilaksanakan. Kegiatan ini akan rutin kami gelar lagi hari Ahad minggu kedua setiap bulan, karena Masjid Al-Amin sudah bisa digunakan sepenuhnya meski renovasi belum berakhir,” kata Ketua Takmir Masjid Al-Amin Drs Mulyani Surendra MS seusai acara kajian Ahad Pagi.

Dia menjelaskan, kajian Ahad Pagi digelar setelah shalat Subuh yang dilanjutkan dengan sarapan bersama jamaah yang hadir. Dalam acara tersebut, kajian kembali dibawakan oleh ustadz Hasyim Ashari SPdI. Pada 10 April lalu, kegiatan kajian juga diasuh oleh ustadz dari Singosari tersebut.

Sementara itu, ustadz Hasyim Azhari dalam kajiannya kali ini mengangkat tema ”Tiga Hal Penghalang ke Surga”.  “Ada tiga hal penghalang kita masuk ke surganya Allah. Yang pertama adalah sombong. Kedua ghulul atau khianat, dan yang ketiga adalah utang,” jelas ustadz Hasyim.

Sombong oleh ustadz Hasyim diibaratkan orang yang berada di sebuah menara tinggi kemudian melihat orang lain di bawahnya terlihat kecil. Namun, saat orang sombong tersebut berada di ketinggian tidak menyadari bahwa orang yang berada di bawah  yang melihatnya juga kecil.

Sayangnya, pemaparan ustadz Hasyim berakhir di bahasan sombong. Sedangkan faktor penghalang kedua dan ketiga, yakni ghulul (khianat) dan utang belum sempat dijelaskan karena diakhiri setelah kajian ini berlangsung selama 1 jam.

Seperti  diketahui, pembangunan renovasi Masjid Al-Amin dimulai pada Agustus 2020 dengan total anggaran Rp 2 miliar. Rencana awal, pembangunan dikerjakan selama 2 tahun dari peletakan batu pertamanya pada 9 Agustus 2020. Terhitung hingga saat ini, pelaksanaan pembangunan sudah memasuki bulan ke-12. Renovasi hanya menyisakan menara karena pembangunan fisik dan sarana pendukung lainnya sudah diselesaikan. (hen)

 

********************


Foto-foto lain kegiatan Kajian Ahad Pagi di Masjid Al-Amin:







Tuesday, August 3, 2021

Kajian Tafsir Alquran, Bedah Dahsyatnya Ancaman Siksa bagi Penumpuk Harta, Suka Mencela, dan Mengumpat

Jamaah mengikuti acara kajian tafsir Alquran di Masjid Al-Amin oleh ustadz H Muhammad Syarif Hidayatullah SAg, Selasa (3/8/2021) malam.

KOTA MALANG - Kajian tafsir Alquran di Masjid Al-Amin oleh ustadz H Muhammad Syarif Hidayatullah SAg, Selasa (3/8/2021) malam, memasuki bulan ketiga setelah digelar perdana pada Juni lalu. Kajian kali ini membedah Surat Al Humazah (الهمزة), surat ke-104 dalam Alquran.

Kajian yang diadakan rutin tiap bulan pada Selasa minggu pertama dan kedua ini, digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat dalam masa pandemi Covid-19, seperti menjaga jarak, bermasker, dan jumlah jamaah yang terbatas.  

Jamaah Masjid Al-Amin, baik laki-laki dan perempuan, terlihat antusias mengikuti kajian tafsir Alquran yang diasuh oleh ustadz dari Kantor Kementerian Agama Kota Batu ini. Penyampaian materi tafsir yang menarik dengan dilengkapi proyektor yang sudah disiapkan ketakmiran, menjadikan kajian berdurasi sekitar satu jam ini serasa berlangsung singkat.

Dalam pemaparannya, ustadz Syarif mengatakan, secara umum, Surat Al Humazah menggambarkan realitas kehidupan yakni adanya manusia-manusia yang kerdil jiwanya. Terkungkung dalam kekuasaan harta hingga menempatkannya di atas segala. Tertipu dengan harta yang ia kumpulkan hingga menganggap dirinya lebih baik dari orang lain. Kemudian ia pun suka mengumpat dan mencela.

“Lukisan pemandangan siksaan dalam surat ini sangat sesuai dengan tindakan mereka yang suka mengumpat dan mencela, suka mencaci dan memaki. Bahkan redaksi ayat dalam surat ini berbeda dari surat-surat lainnya. Tekanan suara pada lafal-lafal ayat menunjukkan kekerasannya,” papar ustadz Syarif.

Menurut dia, begitu tegas Allah mengancam dan menunjukkan gambaran siksanya atas orang yang suka mengumpat dan mencela serta menunjukkan betapa hinanya tindakan mereka. Dan Dia mengingatkan kepada orang-orang beriman agar jangan sampai jiwa mereka dihinggapi moralitas yang hina dina ini.

“Ada empat hal yang menjadi pelajaran bagi kita dari Surat Al Humazah. Yang pertama, orang yang suka menumpuk harta dan suka mencela serta mengumpat akan dilemparkan ke dalam neraka dengan siksaan pedih,” kata dia.

Kedua, lanjut ustadz Syarif, api neraka yang digambarkan di dalam surat ini membakar hingga hatinya. Ketiga, neraka tempat penyiksaan tertutup rapat dan tidak bisa keluar darinya. Dan yang keempat, di neraka tersebut mereka diikatkan di tiang-tiang yang kuat. 

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Al-Amin Drs Mulyani Surendra MS mengatakan, pihaknya mewakili ketakmiran mengajak seluruh jamaah Masjid Al-Amin untuk memanfaatkan kesempatan menimba ilmu sebaik-baiknya melalui forum kajian tafsir Alquran yang rutin digelar setiap bulan ini.

“Mari manfaatkan waktu kita untuk mengikuti kajian tafsir Alquran di Masjid Al-Amin. Namun, selama menggelar kajian kami tetap menerapkan  protokol kesehatan karena kita masih dalam masa pandemi,” tegas Cak Loem, sapaan akrabnya.(hen)


Thursday, July 22, 2021

Berkurban 10 Kambing dan 15 Sapi, Masjid Al-Amin Gelar Pemotongan Mandiri

 

Proses pemotongan hewan kurban di Masjid Al-Amin dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah termasuk menggunakan masker. (Foto-foto: hen)

KOTA MALANG – Panitia kurban Masjid Al-Amin, Perumahan Sawojajar I, Kota Malang, melakukan penyembelihan 10 ekor kambing dan 15 ekor sapi dalam pelaksanaan perayaan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, Selasa (20/7/2021).

Pemotongan hewan kurban dilaksanakan secara mandiri oleh panitia yang merupakan warga Blok H3 RW 12 Perumahan Sawojajar I, Kota Malang.  

Ketua Takmir Masjid Al-Amin Drs Mulyani Surendra MS mengatakan bahwa pihaknya memang tak melakukan penyembelihan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

“Kami memutuskan untuk melakukan pemotongan hewan kurban secara mandiri. Pertimbangannya, jika ke RPH harus antre dan memakan waktu lama karena melayani seluruh Kota Malang. Selain itu, kami menerapkan protokol kesehatan sangat ketat, baik sebelum maupun saat pelaksanaan penyembelihan,” kata Cak Loem, sapaan akrab Mulyani Surendra.

Dia menjelaskan, protokol kesehatan (Prokes) yang dilakukan sebelum pelaksanaan penyembelihan di antaranya, penyemprotan disinfektan hewan kurban saat dikirim ke Masjid Al-Amin.

“Panitia setiap tahun mendatangkan langsung sapi dari Madura sebagai hewan kurban. Saat datang di sini (Masjid Al-Amin) dua hari sebelum pelaksanaan penyembelihan, seluruh sapi disemprot disinfektan termasuk pengantar dan kendaraan untuk mengirim,” jelas dia.


Para pengantar hewan kurban dari Madura, lanjut Cak Loem, juga dilengkapi dengan surat-surat pendukung bebas Covid-19, seperti tes swab negatif dan sudah divaksin.

“Semua surat tersebut wajib ditunjukkan ke panitia saat tiba di lokasi  dan dipenuhi oleh mereka,” tandasnya. 

Dia menambahkan, prokes juga diterapkan ketat saat pelaksanaan penyembelihan. Diantaranya, seluruh panitia kurban memakai double masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan standar prokes lainnya.

Bahkan, ujar dia, petugas pemboleng (jagal) yang didatangkan sebanyak delapan orang, wajib disemprot disinfektan ke seluruh pakaian yang dikenakannya. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran virus corona.

“Kami juga melarang anggota panitia kurban untuk datang ke lokasi penyembelihan jika ada yang merasa sakit atau tidak enak badan,” jelas dia.

Meski demikian, Cak Loem menegaskan, apabila seusai pelaksanaan penyembelihan tersebut ternyata menimbulkan dampak bagi panitia yang terlibat, misalnya merasa demam, batuk, dan tubuh terasa sakit semua, pihak ketakmiran Masjid Al-Amin bersedia memberi subsidi 75 persen untuk biaya tes swab antigen.

“Kami tetap berharap dan berdoa semoga kita semua tetap sehat dan tidak terjadi yang kita khawatirkan. Juga, status lingkungan RW kita tetap hijau, serta pandemi ini segera usai,” kata dia.

Sementara itu, untuk penyaluran daging kurban, Cak Loem mengatakan, hanya diserahkan kepada warga sekitar dan yayasan-yayasan seperti pondok pesantren dan panti asuhan.

“Seperti halnya tahun lalu, kami tidak membagikan daging kurban kepada gepeng (gelandangan dan pengemis) agar tidak menimbulkan kerumunan,” tutup Cak Loem. (hen)

  

##

 

Foto-foto lain kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Al-Amin 1442 Hijriah:








Wednesday, July 21, 2021

Shalat Idul Adha di Masjid Al-Amin Digelar dengan Prokes Sangat Ketat

 

Sebelum memasuki area Masjid Al-Amin, jamaah yang akan mengikuti shalat Idhul Adha 1442 Hijriyah wajib bermasker ganda dan disemprot disinfektan lebih dulu baju dan peralatan shalat yang dibawa. (Foto-foto: hen)

KOTA MALANG – Warga Blok H3 RW 12 Perumahan Sawojajar Kota Malang melaksanakan  shalat Idul Adha 1442 Hijriah berjamaah di Masjid Al-Amin, Selasa (20/7/2021). Pelaksanaan shalat Id digelar dengan protokol kesehatan (prokes) lebih ketat dibanding sebelumnya.

Selain itu, prosesi shalat Id dan khutbah dipercepat, tak sampai sejam selesai. Shalat yang dimulai pukul 06.00 WIB berakhir pukul 06.30 WIB. Warga yang ikut shalat pun juga tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Dalam shalat Idhul Adha tahun iniyang bertindak sebagai imam dan khatib ustadz Muhammad Mukhlis MPdI. 

Ketua Takmir Masjid Al-Amin Drs Mulyani Surendra MS mengatakan, pelaksanaan shalat Id berjalan tertib dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

“Protokol kesehatan yang diterapkan dalam pelaksanaan shalat Idul Adha tahun ini lebih ketat daripada sebelumnya.  Selain mewajibkan memakai masker dan cuci tangan atau menggunakan handsanitizer,  baju dan tubuh jamaah termasuk panitia shalat Id, disemprot disinfektan sebelum memasuki area masjid,” ungkap pria yang akrab disapa Cak Loem seusai pelaksanaan shalat  Idul Adha.

Tidak hanya itu, Cak Loem menambahkan, jamaah  juga diwajibkan memakai double masker. Jamaah yang terlihat belum memakai masker rangkap, langsung diberikan masker yang sudah dipersiapkan oleh panitia.

“Dalam pelaksanaan shalat Idhul Adha kali ini, jamaah yang sudah diatur berjarak  juga tidak bisa menikmati sejuknya udara di ruangan dalam masjid, karena AC sengaja tidak dioperasikan untuk mengantisipasi penularan Covid-19,”  terang dia.

Cak Loem mengatakan, pertimbangan digelarnya shalat Idul Adha di Masjid Al-Amin salah satunya adalah wilayah H3 RW 12 Perumahan Sawojajar berada di wilayah zona hijau. Dimana penyebaran Covid-19 tidak terlalu berbahaya.

Hal itu sesuai peraturan tentang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha Tahun 2021 di masa Pandemi Covid-19  yang kembali direvisi oleh pemerintah, bahwa salat Idul Adha dibolehkan secara berjamaah. Salah satu syaratnya adalah harus berada di wilayah zona kuning atau hijau.

Revisi peraturan tersebut tertuang di dalam Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pembatasan Mobilitas Masyarakat, Pembatasan Kegiatan Peribadatan dan Tradisi selama Hari Raya Idul Adha di Masa Pandemi Covid-19 yang berlaku sejak 18 hingga 25 Juli 2021.

“Kami atas nama panitia dan sebagai ketua takmir Masjid Al-Amin tetap berdoa semoga pelaksanaan shalat Id ini tidak membawa dampak negatif pada kita dan seluruh jamaah,” kata dosen Universitas Negeri Malang (UM) ini.

Namun demikian, Cak Loem menegaskan, apabila dalam pelaksanaan tersebut ternyata menimbulkan dampak, misalnya demam, batuk, tubuh nggregesi, dan sakit semua, pihak ketakmiran Masjid Al-Amin bersedia memberi subsidi 75 persen untuk biaya tes swab antigen.

“Semoga kita tetap sehat dan status lingkungan RW kita tetap hijau, serta pandemi ini segera usai,” harap dia. (hen)


# #


Di bawah ini foto-foto lain pelaksanaan Shalat Idul Adha 1442 Hijriah di Masjid Al-Amin:  











Wednesday, June 9, 2021

Pascavakum 2 Tahun, Kajian Tafsir Alquran Kembali Digelar

Kajian rutin tafsir Alquran oleh ustadz H Muhammad Syarif Hidayatullah SAg dari Kantor Kementerian Agama Kota Batu di Masjid Al-Amin, Selasa (8/6/2021).

KOTA MALANG - Setelah sempat vakum hampir 2 tahun, kajian tafsir Alquran di Masjid Al-Amin kembali digelar, Selasa (8/6/2021). Kajian yang diikuti jamaah laki-laki dan perempuan ini diajarkan oleh ustadz H Muhammad Syarif Hidayatullah SAg dari Kantor Kementerian Agama Kota Batu.

Kajian yang dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ini digelar seusai shalat Maghrib. Takmir Masjid Al-Amin merencanakan kajian tafsir ini akan dilakukan rutin dua kali setiap bulan pada Selasa minggu pertama dan minggu kedua.

“Alhamdulillah, kajian tafsir Alquran di Masjid Al-Amin kembali digelar setelah jeda selama hampir 2 tahun sejak wafatnya ustadz KH Abdurrahim Hery, pengajar kajian tafsir di masjid ini. Sekarang kita sudah mendapat penggantinya, yakni ustadz H Muhammad Syarif Hidayatullah SAg,” ujar Ketua Takmir Masjid Al-Amin Drs Mulyani Surendra MS, seusai mengikuti kajian tafsir Alquran.

Pria yang akrab disapa Cak Loem ini mempersilakan jamaah Masjid Al-Amin untuk hadir di kajian tafsir Alquran ini. Selain menambah ilmu agama kita, dengan mengikuti kajian tafsir turut memakmurkan masjid yang beralamat di Jalan Danau Sentani Utara Blok H3 RW12 Kota Malang yang sedang dalam tahap penyelesaian renovasi ini. 

“Ayo kita bersama-sama mencari pahala yang berkah dari Allah SWT dengan mengikuti kajian rutin tafsir Alquran. Ini juga untuk sangu kita di akherat nanti. Semoga Allah SWT memberi kemudahan kepada kita sekalian dalam mengikuti kajian rutin tafsir Qur'an di masjid kita yang tercinta,” papar Cak Loem. 

   Kajian rutin kitab fikih oleh ustadz H Abdurrohim Sa'id SAg MA.

Selain kajian rutin tafsir Alquran, Cak Loem mengatakan, di Masjid Al-Amin juga digelar kajian rutin kitab fikih yang dipandu oleh ustadz H Abdurrohim Sa'id SAg MA, Wakil Kepala MAN 1 Kota Malang. Kajian ini rutin digelar setiap Jumat minggu pertama d1an ketiga juga seusai shalat Maghrib.

Kajian rutin kitab fikih ini juga kembali dimulai pada Jumat (4/6/2021) pekan lalu setelah rehat selama bulan Ramadhan dan Syawal 1442 H. 

Dalam kesempatan tersebut, dosen Universitas Negeri Malang (UM) ini juga mengucapkan terima kasih kepada para jamaah yang hadir dalam kajian tafsir Alquran maupun kajian kitab fikih.

“Mari kita manfaatkan kesempatan menimba ilmu ini sebaik-baiknya di Masjid Al-Amin dengan tetap mematuhi protokol kesehatan karena kita masih dalam masa pandemi,” tegas dia. (hen)

 

Thursday, May 13, 2021

Jamaah Meluber, Shalat Idul Fitri di Masjid Al-Amin Tetap Jaga Prokes dan Tertib

 

    Jamaah shalat Idul Fitri 1442 H di Masjid Al-Amin, Jalan Danau Sentani Utara Blok H3 RW 12, Perumnas Sawojajar I, Kamis (13/5/2021) pagi.  


MALANG - Ratusan jamaah warga Perumahan Sawojajar I Blok H3 RW 12 dan sekitarnya memadati Masjid Al-Amin untuk melakukan shalat Idul Fitri 1442 Hijriyah, Kamis (13/5/2021) pagi.   

Jamaah shalat Id terlihat meluber karena sebagian jamaah tidak bisa masuk ke dalam masjid yang sedang dalam tahap renovasi ini. Jamaah mengikuti pelaksanaan shalat di halaman luar sebelah utara, selatan, dan timur masjid.

Meski meluber hingga di luar masjid, terlihat para jamaah memperhatikan protokol kesehatan (Prokes) untuk mengikuti shalat Id yang imam dan khatibnya oleh ustadz Nasrulah Habibi SHum.

Dengan membawa sajadah sendiri dan selalu memakai masker saat shalat, jamaah duduk berjajar dengan jarak yang telah ditentukan. Selain itu, penyemprotan hand sanitizer kepada jamaah dilakukan sebelum masuk area masjid oleh panitia takmir Masjid Al-Amin.

Ketua Takmir Masjid Al-Amin Drs Mulyani Surendra MS mengatakan, melubernya jamaah hingga ke luar masjid karena kapasitas masjid berkurang hingga 50 persen karena penerapan prokes.

“Melubernya jamaah juga diperkirakan karena pengaruh larangan mudik, sehingga banyak warga RW 12 yang tidak pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri,” kata Cak Loem, sapaan akrab Mulyani Surendra, seusai pelaksanaan shalat Idul Fitri 1442 H di Masjid Al-Amin.

Untuk mengatur jamaah yang melaksanakan salat Id, pria penghobi gowes ini mengatakan, panitia menyiapkan petugas di empat titik di sekitar masjid yang mengatur dan mengarahkan jamaah.

“Kami bertanggung jawab untuk melaksanakan prokes saat menggelar shalat Id agar terjamin rasa aman,” tegas dosen Universitas Negeri Malang (UM) ini.

Cak Loem menambahkan, pertimbangan digelarnya shalat Id di Masjid Al-Amin disesuiakan dengan status kondisi lingkungan sekitar.

“Statusnya apa merah, oranye, atau hijau. Kebetulan di lingkungan kita RW 12 kondisinya mengarah ke hijau, jadi tidak ada masalah shalat Id digelar. Kegiatan ini juga diberitahukan ke Polsek Kedungkandang sebagai pemberitahuan,” kata Cak Loem. 

Sementara itu, terkait perkembangan pembangunan renovasi Masjid Al-Amin, Bendahara II Panitia Renovasi Masjid Al-Amin Suparno SPd MPd melaporkan jumlah dana yang masuk ke panitia mencapai Rp 1,405 miliar. Panitia membutuhkan total dana Rp 1,65 miliar untuk menyelesaikan pembangunan.  

"Dari jumlah dana yang masuk, yang sudah digunakan sebesar Rp 1,309 miliar atau sekitar 85 persen. Sisa dana yang tersedia sebesar Rp 96,24 juta," kata pria yang akrab disapa Pak Onrap ini saat melaporkan dana renovasi yang masuk ke panitia sesaat sebelum shalat Id digelar di Masjid Al-Amin

Pria murah senyum ini melanjutkan, saat ini panitia memiliki kewajiban yang harus dibayar Rp 195,76 juta. Dengan sisa dana yang ada saat ini masih defisit Rp 99,51 juta. (hen)


Berikut ini foto-foto kegiatan Shalat Idul Fitri 1442 H di Masjid Al-Amin:















Wednesday, May 12, 2021

Panitia Zakat Masjid Al-Amin Salurkan Zakat ke Warga

  Pelaksanaan shalat Idul Fitri 1442 H di Masjid Al-Amin, Perumahan Sawojajar I, Kota Malang,  Kamis (13/5/2021).

MALANG - Panitia Zakat Masjid Al-Amin menyalurkan zakat warga Perumahan Sawojajar I Blok H3 RW 12 dan sekitarnya kepada warga yang berhak menerimanya, Rabu (12/5/2021).

Pelaksanaan penerimaan dan penyaluran zakat tersebut diumumkan oleh panitia yang diwakili Bendahara Takmir Masjid Al-Amin Suparno SPd MPd saat akan memulai pelaksanaan shalat Idul Fitri 1442 H, di Masjid Al-Amin, Kamis (13/5/2021).

Panitia penerima Zakat Masjid Al-Amin telah mengumpulkan zakat dari jamaah dan umat Islam Blok H3 RW12 dan sekitarnya di wilayah Perumahan Sawojajar I, Kota Malang.

Zakat yang terkumpul berupa beras sebanyak 1.063,9 kilogram (kg), uang Rp 5,375 juta, infak Rp 7,51 juta, fidyah beras 25 kilogram, dan zakat mal Rp 7,435 juta.

“Zakat fitrah baik berupa uang maupun beras, serta zakat mal, infaq dan sedekah sudah disalurkan oleh panitia pada Rabu kemarin,” ujar pria murah senyum ini.

Lebih lanjut dijelaskan, penyaluran zakat diserahkan langsung oleh panitia kepada delapan asnaf.  Di antaranya 495 kg beras dan uang Rp 3,2 juta disalurkan untuk warga yang termasuk delapan asnaf.

Penyaluran dilakukan dengan cara mendatangi rumah masing-masing warga sesuai hasil pendataan. Ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kerumunan mengingat kondisi saat ini masih pandemi Covid-19.

“Kami atas nama panitia zakat Masjid Al-Amin menyampaikan terima kasih kepada jamaah dan umat Islam di wilayah RW 12 dan sekitarnya atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita,” kata guru SMAN 1 Lawang, Malang, ini. (hen)