Friday, September 17, 2021

Masjid Al-Amin Jadi Saksi Ikrar Seorang Mualaf

 

Prosesi ikrar syahadat Stefan Ariawan Lisman (tidakberkopiah) yang digelar di Masjid Al-Amin, Kota Malang, Selasa (14/9/2021). 

KOTA MALANG - Masjid Al-Amin menjadi saksi prosesi ikrar syahadat bagi Stefan Ariawan Lisman, Selasa (14/9/2021). Pemuda asal Jakarta ini memilih masjid yang berada di Blok H3K kawasan Perumahan Sawojajar I, Kota Malang, sebagai tempat resmi untuk memulai dirinya menjadi seorang muslim.

Prosesi mengikrarkan diri dengan mengucapkan kalimat syahadat dipandu ustadz H Muhammad Syarif Hidayatullah SAg, dari Kantor Kementerian Agama Kota Batu. Ustadz Syarif merupakan pengisi kajian tafsir Alquran yang rutin digelar setiap hari Selasa minggu kedua dan ketiga di Masjid Al-Amin.

“Alhamdulillah, proses mualaf saudara kita Stefan Ariawan Lisman selesai digelar seusai shalat Maghrib yang disaksikan oleh jamaah Masjid Al-Amin. Setelah berikrar syahadat, nama Stefan berganti menjadi Safaraz Salahuddin Rasya Lee,” terang Ketua Takmir Masjid Al-Amin Drs Mulyani Surendra MS.

Pria yang akrab disapa Cak Loem ini mengungkapkan, penandatanganan ikrar syahadat dan sertifikat mualaf oleh pembimbing ikrar, yakni Ustadz Syarif Hidayatullah SAg. Sedangkan penandatanganan  ikrar syahadat dan sertifikat mualaf oleh dua orang saksi yaitu H Anthony Setiawan, ketua RW13 Kelurahan Madyopuro, dan H Tri Priyo Hartono.

“Tinggalnya (Stefan Ariawan Lisman) masih di Jakarta (Pantai Mutiara Blok B Pluit Penjaringan). Tapi  dia tadi bercerita bahwa selalu belajar Islam lewat YouTube dulu. Namun, Pak Bambang (Bambang Sugeng SPd, Sekretaris Takmir Masid Al-Amin) juga sudah menawari agar Pak Stefan pinjam buku-buku perpustakaan di masjid kita,” ujarnya.

Cak Loem secara khusus memberikan pesan kepada Stefan untuk mengubah total penampilannya agar terlihat islami. Selain itu, begitu selesai bersyahadat agar langsung belajar tata cara ibadah, dan lain-lain untuk bekal menikah sebagai muslim.

“Semoga setelah menikah dan tinggal di RW kita (RW13 Kelurahan Madyopuro), dia dan calon istrinya akan rajin ke Masjid Al-Amin,” kata penghobi gowes ini.

Sementara itu, terkait prosesi mengikrarkan diri dengan mengucapkan kalimat syahadat  di Masjid Al-Amin, menurut Cak Loem merupakan yang kedua kalinya digelar.  

“Baru dua kali acara ikrar  syahadat dilakukan di Masjid Al-Amin. Yang pertama sekitar 10 tahun yang lalu dan yang kedua baru saja dilakukan Selasa kemarin. Semuanya laki-laki,” pungkas dia. (hen)

 

Sunday, August 22, 2021

Santri TPQ Al-Amin Mulai Kembali Bacakan Mutiara Hadits Riyadus Sholihin di Depan Jamaah

 

Bittara Gontang Syahputra saat membacakan mutiara hadits Riyadus Sholihin di depan jamaah Masjid Al-Amin seusai shalat Ashar, Jumat (20/8/2021).
 

KOTA MALANG –  Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Al-Amin mulai kembali menampilkan santrinya untuk membacakan mutiara hadits Riyadus Sholihin di depan jamaah Masjid Al-Amin, Jumat (20/8/2021). 

Bittara Gontang Syahputra atau biasa dipanggil Ebiet, menjadi santri TPQ Al-Amin pertama sebagai pembaca mutiara hadits Riyadus Sholihin di Masjid Al-Amin pasca direnovasi, Jumat pekan lalu. Pembaca hadits selanjutnya Hana Sadhvitonya Nabilah pada Sabtu (21/8/2021).

TPQ yang dibina oleh ustadzah Husnul Khotimah ini memang memberikan kesempatan santri menampilkan keberaniannya membacakan hadits di depan jamaah Masjid Al-Amin. Para santri yang tampil ini dinilai sudah layak berada di atas mimbar.

Kegiatan yang digelar rutin setiap Jumat, Sabtu, dan Ahad seusai shalat Ashar ini, dimulai kembali setelah terhenti beberapa bulan karena Masjid Al-Amin sedang direnovasi total sejak Agustus 2020.

Saat  ini, masjid yang beralamat di Jalan Danau Sentani Utara Blok H3 RW 12, Perumnas Sawojajar I, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang ini, sudah bisa difungsikan lagi untuk kegiatan ibadah sejak bulan ke-9 pelaksanaan renovasi.

Tepatnya, pada Sabtu (10/4/2021) kegiatan ibadah di Masjid Al-Amin diawali dengan dilaksanakannya shalat Subuh berjamaah yang dilanjutkan dengan kajian Sabtu Pagi dan sarapan bersama. Setelah itu, kegiatan ibadah berlanjut menyambut awal Ramadhan 2021 dengan digelarnya shalat tarawih pada Senin (12/4/2021).

Kegiatan pembacaan mutiara hadits ini sempat dilakukan saat berada di masjid pengganti sementara yang didirikan di Lapangan Badminton RT04 RW12. Namun, masjid sementara atau biasa disebut sebagai Masjid Al-Amin II ini sudah tidak digunakan lagi. (hen)

***

Foto-foto lain pembacaan hadits saat di masjid pengganti sementara Al-Amin di Lapangan Badminton RT04 RW12:



  

Wednesday, August 11, 2021

Ini Tiga Keutamaan Bulan Muharram

 
Kajian tafsir Alquran oleh  ustadz H Muhammad Syarif Hidayatullah SAg di Masjid Al-Amin, Selasa (3/8/2021) malam.

KOTA MALANG – Ada tiga keutamaan bulan Muharram yang perlu umat Islam ketahui. Yakni, bulan haram, bulan Allah (syahrullah), dan disunahkannya puasa Tasu’a dan Asyura.

Demikian disampaikan ustadz H Muhammad Syarif Hidayatullah SAg saat mengisi kajian tafsir Alquran di Masjid Al-Amin, Selasa (3/8/2021) malam.

Seperti diketahui, bulan Muharram atau Tahun Baru Islam tahun ini jatuh pada Selasa, 10 Agustus 2021. Bersamaan dengan itu, kajian tafsir Alquran yang diasuh oleh ustadz Syarif mengulas tentang tiga keutamaan bulan pertama dalam kalender Hijriah ini.

Ustadz Syarif menjelaskan, Muharam adalah salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Dalam kalender hijriah, ada empat bulan yang termasuk bulan-bulan dimuliakan (al asyhurul hurum) yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

“Firman Allah SWT di dalam Surat At Taubah ayat 36 disebutkan: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu,” papar ustadz Syarif.

Lebih lanjut, ustadz dari Kantor Kementerian Agama Kota Batu ini menjelaskan, saat memasuki bulan haram tersebut maka dilarang berperang dan melakukan kedzaliman.

“Keutamaan bulan Muharram yang kedua adalah, bulan ini disebut sebagai syahrullah (bulan Allah). Dalam Hadits Riwayat (HR) Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam,” jelas dia.

Kemuliaan ketiga dari bulan Muharram, kata ustadz Syarif, adalah disunahkannya puasa tasu’a dan asyura. Bahkan puasa tasu’a dan asyura serta puasa sunah lainnya (Senin Kamis, ayyamul bidh, puasa daud), nilainya menjadi puasa yang paling mulia setelah Ramadhan.

“Dalam Hadits Riwayat (HR) Muslim, secara khusus, Rasulullah ditanya mengenai puasa asyura, beliau menjawab, “ia bisa menghapus dosa setahun yang lalu”,” terang ustadz Syarif.

Sedangkan mengenai puasa tasu’a, ustadz Syarif memaparkan bahwa Rasulullah berazam untuk menjalankannya, meskipun beliau tidak sempat menunaikan karena wafat sebelum Muharram tiba.

“Para sahabatnya yang menjalankan puasa tasu’a seperti keinginan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,” tegas dia

Sementara itu, kajian Alquran yang diadakan rutin setiap bulan pada Selasa minggu pertama dan kedua ini, digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat dalam masa pandemi Covid-19, seperti menjaga jarak, bermasker, dan jumlah jamaah yang terbatas. (hen)

 

Monday, August 9, 2021

Kajian Ahad Pagi Kembali Rutin Digelar pada Pekan Kedua Setiap Bulan

 

Ustadz Hasyim Ashari SPdI dari Singosari memberikan pemaparan dalam kajian Ahad Pagi di Masjid Al-Amin, Minggu (8/8/2021). (Foto-foto: hen)

 KOTA MALANG – Kajian Ahad Pagi yang digelar Masjid Al-Amin pada pekan kedua setiap bulan kembali bisa diikuti oleh jamaah, Ahad (8/8/2021). Kajian ini sempat dilaksanakan tidak kontinyu karena kondisi masjid sedang direnovasi total sejak Agustus 2020 hingga sekarang.

Dalam masa renovasi, kajian Ahad Pagi sempat digelar pada 10 April 2021 di masjid yang beralamat di Jalan Danau Sentani Utara Blok H3 RW 12, Perumahan Sawojajar I, Kota Malang, ini.  Namun, saat itu pelaksanaannya bukan hari Ahad tetapi Sabtu. Kajian Sabtu Pagi tersebut digelar guna menandai digunakannya kembali Masjid Al-Amin untuk kegiatan ibadah pasca 9 bulan pelaksanaan renovasi.

“Alhamdulillah, hari ini (8/8/2021) kajian Ahad Pagi kembali bisa dilaksanakan. Kegiatan ini akan rutin kami gelar lagi hari Ahad minggu kedua setiap bulan, karena Masjid Al-Amin sudah bisa digunakan sepenuhnya meski renovasi belum berakhir,” kata Ketua Takmir Masjid Al-Amin Drs Mulyani Surendra MS seusai acara kajian Ahad Pagi.

Dia menjelaskan, kajian Ahad Pagi digelar setelah shalat Subuh yang dilanjutkan dengan sarapan bersama jamaah yang hadir. Dalam acara tersebut, kajian kembali dibawakan oleh ustadz Hasyim Ashari SPdI. Pada 10 April lalu, kegiatan kajian juga diasuh oleh ustadz dari Singosari tersebut.

Sementara itu, ustadz Hasyim Azhari dalam kajiannya kali ini mengangkat tema ”Tiga Hal Penghalang ke Surga”.  “Ada tiga hal penghalang kita masuk ke surganya Allah. Yang pertama adalah sombong. Kedua ghulul atau khianat, dan yang ketiga adalah utang,” jelas ustadz Hasyim.

Sombong oleh ustadz Hasyim diibaratkan orang yang berada di sebuah menara tinggi kemudian melihat orang lain di bawahnya terlihat kecil. Namun, saat orang sombong tersebut berada di ketinggian tidak menyadari bahwa orang yang berada di bawah  yang melihatnya juga kecil.

Sayangnya, pemaparan ustadz Hasyim berakhir di bahasan sombong. Sedangkan faktor penghalang kedua dan ketiga, yakni ghulul (khianat) dan utang belum sempat dijelaskan karena diakhiri setelah kajian ini berlangsung selama 1 jam.

Seperti  diketahui, pembangunan renovasi Masjid Al-Amin dimulai pada Agustus 2020 dengan total anggaran Rp 2 miliar. Rencana awal, pembangunan dikerjakan selama 2 tahun dari peletakan batu pertamanya pada 9 Agustus 2020. Terhitung hingga saat ini, pelaksanaan pembangunan sudah memasuki bulan ke-12. Renovasi hanya menyisakan menara karena pembangunan fisik dan sarana pendukung lainnya sudah diselesaikan. (hen)

 

********************


Foto-foto lain kegiatan Kajian Ahad Pagi di Masjid Al-Amin:







Tuesday, August 3, 2021

Kajian Tafsir Alquran, Bedah Dahsyatnya Ancaman Siksa bagi Penumpuk Harta, Suka Mencela, dan Mengumpat

Jamaah mengikuti acara kajian tafsir Alquran di Masjid Al-Amin oleh ustadz H Muhammad Syarif Hidayatullah SAg, Selasa (3/8/2021) malam.

KOTA MALANG - Kajian tafsir Alquran di Masjid Al-Amin oleh ustadz H Muhammad Syarif Hidayatullah SAg, Selasa (3/8/2021) malam, memasuki bulan ketiga setelah digelar perdana pada Juni lalu. Kajian kali ini membedah Surat Al Humazah (الهمزة), surat ke-104 dalam Alquran.

Kajian yang diadakan rutin tiap bulan pada Selasa minggu pertama dan kedua ini, digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat dalam masa pandemi Covid-19, seperti menjaga jarak, bermasker, dan jumlah jamaah yang terbatas.  

Jamaah Masjid Al-Amin, baik laki-laki dan perempuan, terlihat antusias mengikuti kajian tafsir Alquran yang diasuh oleh ustadz dari Kantor Kementerian Agama Kota Batu ini. Penyampaian materi tafsir yang menarik dengan dilengkapi proyektor yang sudah disiapkan ketakmiran, menjadikan kajian berdurasi sekitar satu jam ini serasa berlangsung singkat.

Dalam pemaparannya, ustadz Syarif mengatakan, secara umum, Surat Al Humazah menggambarkan realitas kehidupan yakni adanya manusia-manusia yang kerdil jiwanya. Terkungkung dalam kekuasaan harta hingga menempatkannya di atas segala. Tertipu dengan harta yang ia kumpulkan hingga menganggap dirinya lebih baik dari orang lain. Kemudian ia pun suka mengumpat dan mencela.

“Lukisan pemandangan siksaan dalam surat ini sangat sesuai dengan tindakan mereka yang suka mengumpat dan mencela, suka mencaci dan memaki. Bahkan redaksi ayat dalam surat ini berbeda dari surat-surat lainnya. Tekanan suara pada lafal-lafal ayat menunjukkan kekerasannya,” papar ustadz Syarif.

Menurut dia, begitu tegas Allah mengancam dan menunjukkan gambaran siksanya atas orang yang suka mengumpat dan mencela serta menunjukkan betapa hinanya tindakan mereka. Dan Dia mengingatkan kepada orang-orang beriman agar jangan sampai jiwa mereka dihinggapi moralitas yang hina dina ini.

“Ada empat hal yang menjadi pelajaran bagi kita dari Surat Al Humazah. Yang pertama, orang yang suka menumpuk harta dan suka mencela serta mengumpat akan dilemparkan ke dalam neraka dengan siksaan pedih,” kata dia.

Kedua, lanjut ustadz Syarif, api neraka yang digambarkan di dalam surat ini membakar hingga hatinya. Ketiga, neraka tempat penyiksaan tertutup rapat dan tidak bisa keluar darinya. Dan yang keempat, di neraka tersebut mereka diikatkan di tiang-tiang yang kuat. 

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Al-Amin Drs Mulyani Surendra MS mengatakan, pihaknya mewakili ketakmiran mengajak seluruh jamaah Masjid Al-Amin untuk memanfaatkan kesempatan menimba ilmu sebaik-baiknya melalui forum kajian tafsir Alquran yang rutin digelar setiap bulan ini.

“Mari manfaatkan waktu kita untuk mengikuti kajian tafsir Alquran di Masjid Al-Amin. Namun, selama menggelar kajian kami tetap menerapkan  protokol kesehatan karena kita masih dalam masa pandemi,” tegas Cak Loem, sapaan akrabnya.(hen)


Thursday, July 22, 2021

Berkurban 10 Kambing dan 15 Sapi, Masjid Al-Amin Gelar Pemotongan Mandiri

 

Proses pemotongan hewan kurban di Masjid Al-Amin dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah termasuk menggunakan masker. (Foto-foto: hen)

KOTA MALANG – Panitia kurban Masjid Al-Amin, Perumahan Sawojajar I, Kota Malang, melakukan penyembelihan 10 ekor kambing dan 15 ekor sapi dalam pelaksanaan perayaan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, Selasa (20/7/2021).

Pemotongan hewan kurban dilaksanakan secara mandiri oleh panitia yang merupakan warga Blok H3 RW 12 Perumahan Sawojajar I, Kota Malang.  

Ketua Takmir Masjid Al-Amin Drs Mulyani Surendra MS mengatakan bahwa pihaknya memang tak melakukan penyembelihan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

“Kami memutuskan untuk melakukan pemotongan hewan kurban secara mandiri. Pertimbangannya, jika ke RPH harus antre dan memakan waktu lama karena melayani seluruh Kota Malang. Selain itu, kami menerapkan protokol kesehatan sangat ketat, baik sebelum maupun saat pelaksanaan penyembelihan,” kata Cak Loem, sapaan akrab Mulyani Surendra.

Dia menjelaskan, protokol kesehatan (Prokes) yang dilakukan sebelum pelaksanaan penyembelihan di antaranya, penyemprotan disinfektan hewan kurban saat dikirim ke Masjid Al-Amin.

“Panitia setiap tahun mendatangkan langsung sapi dari Madura sebagai hewan kurban. Saat datang di sini (Masjid Al-Amin) dua hari sebelum pelaksanaan penyembelihan, seluruh sapi disemprot disinfektan termasuk pengantar dan kendaraan untuk mengirim,” jelas dia.


Para pengantar hewan kurban dari Madura, lanjut Cak Loem, juga dilengkapi dengan surat-surat pendukung bebas Covid-19, seperti tes swab negatif dan sudah divaksin.

“Semua surat tersebut wajib ditunjukkan ke panitia saat tiba di lokasi  dan dipenuhi oleh mereka,” tandasnya. 

Dia menambahkan, prokes juga diterapkan ketat saat pelaksanaan penyembelihan. Diantaranya, seluruh panitia kurban memakai double masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan standar prokes lainnya.

Bahkan, ujar dia, petugas pemboleng (jagal) yang didatangkan sebanyak delapan orang, wajib disemprot disinfektan ke seluruh pakaian yang dikenakannya. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran virus corona.

“Kami juga melarang anggota panitia kurban untuk datang ke lokasi penyembelihan jika ada yang merasa sakit atau tidak enak badan,” jelas dia.

Meski demikian, Cak Loem menegaskan, apabila seusai pelaksanaan penyembelihan tersebut ternyata menimbulkan dampak bagi panitia yang terlibat, misalnya merasa demam, batuk, dan tubuh terasa sakit semua, pihak ketakmiran Masjid Al-Amin bersedia memberi subsidi 75 persen untuk biaya tes swab antigen.

“Kami tetap berharap dan berdoa semoga kita semua tetap sehat dan tidak terjadi yang kita khawatirkan. Juga, status lingkungan RW kita tetap hijau, serta pandemi ini segera usai,” kata dia.

Sementara itu, untuk penyaluran daging kurban, Cak Loem mengatakan, hanya diserahkan kepada warga sekitar dan yayasan-yayasan seperti pondok pesantren dan panti asuhan.

“Seperti halnya tahun lalu, kami tidak membagikan daging kurban kepada gepeng (gelandangan dan pengemis) agar tidak menimbulkan kerumunan,” tutup Cak Loem. (hen)

  

##

 

Foto-foto lain kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Al-Amin 1442 Hijriah:








Wednesday, July 21, 2021

Shalat Idul Adha di Masjid Al-Amin Digelar dengan Prokes Sangat Ketat

 

Sebelum memasuki area Masjid Al-Amin, jamaah yang akan mengikuti shalat Idhul Adha 1442 Hijriyah wajib bermasker ganda dan disemprot disinfektan lebih dulu baju dan peralatan shalat yang dibawa. (Foto-foto: hen)

KOTA MALANG – Warga Blok H3 RW 12 Perumahan Sawojajar Kota Malang melaksanakan  shalat Idul Adha 1442 Hijriah berjamaah di Masjid Al-Amin, Selasa (20/7/2021). Pelaksanaan shalat Id digelar dengan protokol kesehatan (prokes) lebih ketat dibanding sebelumnya.

Selain itu, prosesi shalat Id dan khutbah dipercepat, tak sampai sejam selesai. Shalat yang dimulai pukul 06.00 WIB berakhir pukul 06.30 WIB. Warga yang ikut shalat pun juga tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Dalam shalat Idhul Adha tahun iniyang bertindak sebagai imam dan khatib ustadz Muhammad Mukhlis MPdI. 

Ketua Takmir Masjid Al-Amin Drs Mulyani Surendra MS mengatakan, pelaksanaan shalat Id berjalan tertib dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

“Protokol kesehatan yang diterapkan dalam pelaksanaan shalat Idul Adha tahun ini lebih ketat daripada sebelumnya.  Selain mewajibkan memakai masker dan cuci tangan atau menggunakan handsanitizer,  baju dan tubuh jamaah termasuk panitia shalat Id, disemprot disinfektan sebelum memasuki area masjid,” ungkap pria yang akrab disapa Cak Loem seusai pelaksanaan shalat  Idul Adha.

Tidak hanya itu, Cak Loem menambahkan, jamaah  juga diwajibkan memakai double masker. Jamaah yang terlihat belum memakai masker rangkap, langsung diberikan masker yang sudah dipersiapkan oleh panitia.

“Dalam pelaksanaan shalat Idhul Adha kali ini, jamaah yang sudah diatur berjarak  juga tidak bisa menikmati sejuknya udara di ruangan dalam masjid, karena AC sengaja tidak dioperasikan untuk mengantisipasi penularan Covid-19,”  terang dia.

Cak Loem mengatakan, pertimbangan digelarnya shalat Idul Adha di Masjid Al-Amin salah satunya adalah wilayah H3 RW 12 Perumahan Sawojajar berada di wilayah zona hijau. Dimana penyebaran Covid-19 tidak terlalu berbahaya.

Hal itu sesuai peraturan tentang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha Tahun 2021 di masa Pandemi Covid-19  yang kembali direvisi oleh pemerintah, bahwa salat Idul Adha dibolehkan secara berjamaah. Salah satu syaratnya adalah harus berada di wilayah zona kuning atau hijau.

Revisi peraturan tersebut tertuang di dalam Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pembatasan Mobilitas Masyarakat, Pembatasan Kegiatan Peribadatan dan Tradisi selama Hari Raya Idul Adha di Masa Pandemi Covid-19 yang berlaku sejak 18 hingga 25 Juli 2021.

“Kami atas nama panitia dan sebagai ketua takmir Masjid Al-Amin tetap berdoa semoga pelaksanaan shalat Id ini tidak membawa dampak negatif pada kita dan seluruh jamaah,” kata dosen Universitas Negeri Malang (UM) ini.

Namun demikian, Cak Loem menegaskan, apabila dalam pelaksanaan tersebut ternyata menimbulkan dampak, misalnya demam, batuk, tubuh nggregesi, dan sakit semua, pihak ketakmiran Masjid Al-Amin bersedia memberi subsidi 75 persen untuk biaya tes swab antigen.

“Semoga kita tetap sehat dan status lingkungan RW kita tetap hijau, serta pandemi ini segera usai,” harap dia. (hen)


# #


Di bawah ini foto-foto lain pelaksanaan Shalat Idul Adha 1442 Hijriah di Masjid Al-Amin: